Home » , , » KISAH CINTA KEN ANROK DAN KEN DEDES YANG PENUH DARAH

KISAH CINTA KEN ANROK DAN KEN DEDES YANG PENUH DARAH

Sobat--ccrg Kita kembali bercerita tentang cinta, tapi kali ini kita mundur kebelakang pada dimensi masa lalu dengan melihat sebuah cerita atau kisah legenda rakyat "Ken Arok dan Kendedes". Salah satu Kisah legenda masyarakat Jawa ini yang mengusung kekuatan cinta dan Intrik perebutan kekuasaan yang penuh darah. Sobat ccrg yang belum mengetahui kisahnya mungkin perlu juga membaca ringkasan kisah ini. Secara singkat kisah legenda ini dimulai sebagai berikut:

Ken Anrok terkejut, terpana. Tubuhnya gemetar, keringat dingin mengucur diseluruh tubuhnya. Secara tidak sengaja dia melihat kain yang dikenakan Ken Dedes tersibak ketika turun dari tandu yang membawa istri dari akuwu Tumapel tersebut. Seberkas sinar kebiru - biruan memancar diantara paha Ken Dedes yang putih dan mulus itu. Secepat kilat Ken Agrok pulang, bergegas menemui gurunya, Danghyang Lohgawe.



Dan ketika mendengar Penjelasan Danghyang Lohgawe membuat jantung Ken Arok semakin berdebar-debar seperti genderang perang yang keras meraung di tengah peperangan. Sinar kebiru biruan adalah simbol baboning ratu, yang akan menurunkan raja raja di tanah jawa. Inilah yang membuat Ken Angrok jadi lemas, karena beberapa waktu yang lalu, sang mahaguru Danghyang Lohgawe menerangkan bahwa dirinya mempunyai ciri ciri titisan Wisnu, yang juga akan menurunkan raja raja besar dikemudian hari.

Angan angannya melambung tinggi. Segala siasat ditimbang dan dijajaki. Segera Ken Angrok memesan sebilah keris sakti kepada seorang empu yang mumpuni: Empu Gandring. Keris itu harus sakti, karena Tunggul Ametung yang akan dibunuhnyapun adalah juga orang yang terkenal akan kesaktiannya. Yah, tidak ada jalan lain, Tunggul Ametung harus mati pikir Ken Arok.

Setelah keris pesanan tersebut diambil paksa dari Empu Gandring lewat sebuah pembunuhan, rencana besar mulai dijalankan. Pertama tama Ken Angrok meminjamkan keris sakti tersebut kepada Kebo Ijo, seorang jagoan kampung yang segera membual bahwa dia sekarang mempunyai keris sakti tiada duanya. Lalu ketika Kebo Ijo sedang tidak sadar diri karena mabuk tuak, keris tersebut diambil lagi oleh Ken Angrok. Maka ketika besok paginya akuwu Tumapel, Tunggul Ametung ditemukan tewas terbunuh dengan keris berhulu dahan pohon cangkring tertancap didadanya, semua orang tidak ragu ragu lagi siapa pelakunya. Kebo Ijolah yang harus ditangkap dan dihukum mati.

Sedangkan Ken Angrok, pembunuh yang sebenarnya, segera mengawini Ken Dedes yang sangat mempesona dan dicintainya, dan menggantikan Tunggul Ametung menjadi akuwu di Tumapel. Pada akhirnya ramalan Danghyang Lohgawe memang menjadi kenyataan, Cinta yang menyatukan Ken Anggrok dan Ken Dedes melahirkan kekuasaan dan keturunan raja-raja hebat yang perkasa, meskipun ini harus melewati jalan berdarah. Tumbuhan dan semaian biji biji kematian ini pada akhirnya tetap akan berbuah dendam dan penuntutan balas, dari keturunan-keturunan berikutnya.

Demikian sekilas kisah cinta
"Ken Arok dan Kendedes"  yang sudah sangat terkenal itu, semoga sobat dapat memetik nilai-nilai dan hikmah dari kisah-kisah tersebut, th4nks ya.

Sumber : Diringkas dari buku Legenda rakyat Indonesia.

0 komentar:

Posting Komentar


Diberdayakan oleh Blogger.